WACANA
Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2
Akhir-akhir ini istilah wacana sering ditemukan pemakaiannya dalam surat kabar yang kadang-kadang dikaitkan dengan bidang politik, seperti pada contoh berikut.
1. Bersenjata wacana, berpeluru dialog.
2. Kita sedang berbicara dalam wacana politik, bukan hukum.
Dalam ilmu bahasa wacana merupakan unsur tata bahasa tertinggi yang direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh dengan amanat yang lengkap dengan ‘hubungan antara bagian dalam karangan’ atau disebut kohesi dan ‘hubungan yang erat’ atau disebut kohesi yang tinggi. Oleh karena itu, wacana berarti rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain dan membentuk satu kesatuan sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu.
Ungkapan/Kata Penghubung Antarkalimat
UNGKAPAN/KATA PENGHUBUNG INTRAKALIMAT
Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2
Ungkapan penghubung antarkalimat berfungsi menghubungkan sebuah kalimat dengan kalimat lain. Oleh karena itu, kata/ungkapan penghubung jenis itu harus ditulis dengan huruf awal kapital dan diiringi tanda koma. Posisinya dalam kalimat selalu berada pada awal kalimat yang akan dihubungkan dengan kalimat sebelumnya. Kata/ungkapan penghubung yang tergolong jenis ini, antara lain, sebagai berikuti.
…. Akan tetapi, ….
…. Berkaitan dengan hal itu, ….
…. Meskipun demikian, ….
…. Oleh karena itu, ….
…. Sebaliknya, ….
…. Sehubungan dengan itu, ….
…. Sehubungan dengan hal itu, ….
…. Sesuai dengan itu, ….
…. Sesuai dengan uraian tersebut, ….
…. Walaupun demikian, ….
07.02
Ungkapan/Kata Penghubung Intrakalimat
UNGKAPAN/KATA PENGHUBUNG INTRAKALIMAT
Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2
Ungkapan/kata penghubung intrakalimat adalah ungkapan/kata dalam sebuah kalimat yang berfungsi menghubungkan unsur-unsur kalimat. Ungkapan/kata penghubung intrakalimat itu tidak pernah digunakan pada awal sebuah kalimat, kecuali jika kata itu digunakan pada anak kalimat yang mendahului induk kalimat, seperti karena. Oleh karena itu, kata-kata yang tergolong ke dalam ungkapan/kata penghubung itu tidak pernah/tidak boleh ditulis dengan huruf kapital. Contoh kata penghubung itu adalah sebagai berikut.
… dan ….
… yang ….
… bahwa ….
… agar ….
… sehingga ….
… karena ....
Selain itu, dalam bahasa Indonesia terdapat ungkapan/kata penghubung intrakalimat yang penulisannya selalu didahului oleh tanda koma, seperti contoh berikut.
…, sedangkan ….
…, tetapi ….
Contoh:
(1) Ia dan adiknya pergi ke Surabaya.
(2) Ia tidak masuk sekolah karena sakit.
(3) Karena sakit, ia tidak masuk sekolah.
(4) Ia sangat rajin belajar sehingga tidak pernah menemui kesulitan di sekolah.
(5) Ia selalu berusaha agar cita-citanya dapat tercapai.
(6) Anak itu pandai, tetapi sayang teman bergaulnya terbatas.
(7) Bagaimana aku dapat menolongmu, sedangkan aku sendiri kekurangan.
07.00
Bahwa atau Agar
Bahwa atau Agar
Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2
Tepatkah pemakaian kata bahwa pada kalimat Saya menganjurkan bahwa masyarakat tidak mudah terpancing isu?
Pemakaian kata bahwa pada kalimat itu tidak tepat sebab induk kalimat dan anak kalimat menyatakan hubungan tujuan atau harapan yang diisyaratkan oleh predikat yang berupa kata kerja menganjurkan. Hubungan seperti itu dalam kalimat majemuk ditandai dengan kata penghubung agar atau supaya. Dengan demikian, kalimat di atas harus diperbaiki menjadi seperti berikut.
1. Saya menganjurkan agar masyarakat tidak mudah terpancing isu.
2. Saya menganjurkan supaya masyarakat tidak mudah terpancing isu.
Selain kata menganjurkan, kata mengharapkan, mengimbau, dan memohon juga mengisyaratkan hubungan tujuan atau harapan, seperti pada kalimat berikut.
3. Kami mengharapkan agar Saudara dapat datang tepat waktu.
4. Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.
5. Ia memohon supaya anaknya diperlakukan secara adil.
Kata bahwa digunakan jika induk kalimat dan anak kalimat menyatakan penegasan. Hubungan itu diisyaratkan oleh kata-kata, seperti mengatakan, menegaskan, dan melaporkan.
Perhatikan contoh berikut.
6. Pakar ekonomi mengatakan bahwa krisis moneter segera berakhir.
7. Pihak yang berwenang menegaskan bahwa perkara itu tidak akan dipetieskan.
8. Peliput berita melaporkan bahwa film itu tidak lulus sensor.
07.00
Langganan:
Komentar (RSS)
About
Diberdayakan oleh Blogger.